Sabtu, 24 November 2012

Kelestarian Hutan (Permasalahan Hutan)

D. Permasalahan yang Terjadi pada Hutan
Di zaman sekarang ini, banyak sekali permasalahan yang menyangkut tentang kelestarian hutan. Banyak tangan – tangan jahil manusia yang merusak kelestarian hutan. Berikut ini adalah beberapa contoh permasalahan yang terjadi pada hutan, yaitu sebagai berikut.
1)       Penebangan Hutan secara Liar
Penebangan hutan secara liar adalah salah satu masalah yang sangat sulit untuk diselesaikan. Penebangan illegal ini adalah masalah besar yang terjadi di dunia, terutama di Indonesia. Di Indonesia sendiri sudah banyak sekali terjadi penebangan hutan secara liar. Ironisnya penebangan illegal tersebut dilakukan oleh masyarakat Indonesia sendiri. Bahkan mereka sama sekali tidak mendapatkan hukuman terhadap apa yang mereka lakukan.
Penebangan hutan biasanya dilakukan karena beberapa faktor, salah satunya karena kapasitas perusahaan pemotong kayu yang berlebihan. Hampir setiap tahunnya jumlah hutan menurun sangat drastis, bahkan luas hutan pun ikut menurun setiap tahunnya.
Dampak dari penebangan hutan itu sendiri, dapat kita rasakan sekarang ini. Bumi kita ini sudah semakin panas. Pemanasan global sudah mulai meninggi. Selain itu kalau musim kemarau datang, kita akan mendapatkan dampak yang sangat tinggi, seperti kekurangan air. Maka dari itu kita harus bisa menjaga kelestarian hutan, jangan melakukan hal yang dapat merusak hutan. Penebangan hutan boleh saja dilakukan asalkan di tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah dan jangan dilakukan dalam jumlah yang besar- besaran. Hal itu akan menyebabkan jumlah hutan akan semakin menurun.
2)    Pengalihan Fungsi Hutan
Hutan yang merupakan sumber alam yang sangat tinggi jumlahnya. Pengalihan fungsi hutan adalah salah satu permasalahan hutan yang harus diselesaikan dengan baik. Pengalihan fungsi hutan sering dilakukan oleh masyarakat bahkan pemerintahan juga ikut ambil dalah permasalaha ini. Pengalihan fungsi hutan adalah suatu pengubahan fungsi dari hutan itu yaitu sebagai sumber daya alam, menjadi fungsi lain yang bermanfaat bagi manusia. Salah satu contoh dari pengalihan fungsi hutan yaitu pengalihan fungsi hutan menjadi perkebuna atau lahan pertanian. Alasan mengubah hutan menjadi lahan pertanian karena lahan pertanian yang sebelumnya sudah tidak berfungsi lagi.
Selain itu juga terjadi pengalihan fungsi hutan menjadi lahan perkotaan ataupun hunian mahal. Semua itu dilakukan karena terjadinya peningkatan jumlah penduduk yang membuat lahan perkotaan yang ada menjadi kurang.
Pengalihan fungsi hutan sebaiknya tidak harus dilakukan. Pengalihan fungsi hutan ini juga dapat memberikan dampak yang sangat tinggi bagi kehidupan manusia. Kalau hutan sudah diubah fungsi, lalu siapa yang akan menggantikan hutan menjalankan fungsinya. Maka dari itu kita harus bisa menjaga hutan.  Jangan sampai karena kesalahan kita menghancurkan hutan, akhirnya malah kita yang akan merasakan dampaknya.
Sumber: kelestarian-hutan-permasalahan-hutan.com

Pentingnya Pendidikan Islam


Pentingnya Pendidikan Islam

I.Pendahuluan
Islam diturunkan sebagai rahmatan lil ‘alamin. Untuk mengenalkan Islam ini diutus Rasulullah SAW. Tujuan utamanya adalah memperbaiki manusia untuk kembali kepada Allah SWT. Oleh karena itu selam kurang lebih 23 tahun Rasulullah SAW membina dan memperbaiki manusia melalui pendidikan. Pendidikanlah yang mengantarkan manusia pada derajat yang tinggi, yaitu orang-orang yang berilmu. Ilmu yang dipandu dengan keimanan inilah yang mampu melanjutkan warisan berharga berupa ketaqwaan kepada Allah SWT.
Manusia mendapat kehormatan menjadi khalifah di muka bumi untuk mengolah alam beserta isinya. Hanya dengan ilmu dan iman sajalah tugas kekhalifahan dapat ditunaikan menjadi keberkahan dan manfaat bagi alam dan seluruh makhluk-Nya. Tanpa iman akal akan berjalan sendirian sehingga akan muncul kerusakan di muka bumi dan itu akan membahayakan manusia. Demikian pula sebaliknya iman tanpa didasari dengan ilmu akan mudah terpedaya dan tidak mengerti bagaimana mengolahnya menjadi keberkahan dan manfaat bagi alam dan seisinya.
Sedemikian pentingnya ilmu, maka tidak heran orang-orang yang berilmu mendapat posisi yang tinggi baik di sisi Allah maupun manusia. (QS. Al Mujadilah (58) : 11)
Bahkan syaithan kewalahan terhadap orang muslim yang berilmu, karena dengan ilmunya, ia tidak mudah terpedaya oleh tipu muslihat syaithan.
Muadz bin Jabal ra. berkata: “Andaikata orang yang beakal itu mempunyai dosa pada pagi dan sore hari sebanyak bilangan pasir, maka akhirnya dia cenderung masih bisa selamat dari dosa tersebut namun sebaliknya, andaikata orang bodoh itu mempunyai kebaikan dan kebajikan pada pagi dan sore hari sebanyak bilangan pasir, maka akhirnya ia cenderung tidak bisa mempertahankannya sekalipun hanya seberat biji sawi.”
Ada yang bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Ia menjawab, “Sesungguhnya jika orang berakal itu tergelincir, maka ia segera menyadarinya dengan cara bertaubat, dan menggunakan akal yang dianugerahkan kepadanya. Tetapi orang bodoh itu ibarat orang yang membangun dan langsung merobohkannya karena kebodohannya ia terlalu mudah melakukan apa yang bisa merusak amal shalihnya.” Kebodohan adalah salah satu faktor yang menghalangi masuknya cahaya Islam. Oleh karena itu, manusia butuh terapi agar menjadi makhluk yang mulia dan dimuliakan oleh Allah SWT. Kemuliaan manusia terletak pada akal yang dianugerahi Allah. Akal ini digunakan untuk mendidik dirinya sehingga memiliki ilmu untuk mengenal penciptanya dan beribadah kepada-Nya dengan benar. Itulah sebabnya Rasulullah SAW menggunakan metode pendidikan untuk memperbaiki manusia, karena dengan pendidikanlah manusia memiliki ilmu yang benar. Dengan demikian, ia terhindar dari ketergelinciran pada maksiat, kelemahan, kemiskinan dan terpecah belah.
II. Pentingnya Pendidikan Islam
Pendidikan merupakan kata kunci untuk setiap manusia agar ia mendapatkan ilmu. Hanya dengan pendidikanlah ilmu akan didapat dan diserap dengan baik. Tak heran bila kini pemerintah mewajibkan program belajar 9 tahun agar masyarakat menjadi pandai dan beradab. Pendidikan juga merupakan metode pendekatan yang sesuai dengan fitrah manusia yang memiliki fase tahapan dalam pertumbuhan.
Pendidikan Islam memiliki 3 (tiga) tahapan kegiatan, yaitu: tilawah (membacakan ayat Allah), tazkiyah (mensucikan jiwa) dan ta’limul kitab wa sunnah (mengajarkan al kitab dan al hikmah). Pendidikan dapat merubah masyarakat jahiliyah menjadi umat terbaik disebabkan pendidikan mempunyai kelebihan. Pendidikan mempunyai ciri pembentukan pemahaman Islam yang utuh dan menyeluruh, pemeliharaan apa yang telah dipelajarinya, pengembangan atas ilmu yang diperolehnya dan agar tetap pada rel syariah. Hasil dari pendidikan Islam akan membentuk jiwa yang tenang, akal yang cerdas dan fisik yang kuat serta banyak beramal.
Pendidikan Islam berpadu dalam pendidikan ruhiyah, fikriyah (pemahaman/pemikiran) dan amaliyah (aktivitas). Nilai Islam ditanamkan dalam individu membutuhkan tahpan-tahapan selanjutnya dikembangkan kepada pemberdayaan di segala sektor kehidupan manusia. Potensi yang dikembangkan kemudian diarahkan kepada pengaktualan potensi dengan memasuki berbagai bidang kehidupan. (QS. Ali Imran (3) : 103)
Pendidikan yang diajarkan Allah SWT melalui Rasul-Nya bersumber kepada Al Qur’an sebagai rujukan dan pendekatan agar dengan tarbiyah akan membentuk masyarakat yang sadar dan menjadikan Allah sebagai Ilah saja.
Kehidupan mereka akan selamat di dunia dan akhirat. Hasil ilmu yang diperolehnya adalah kenikmatan yang besar, yaitu berupa pengetahuan, harga diri, kekuatan dan persatuan.
Tujuan utama dalam pendidikan Islam adalah agar manusia memiliki gambaran tentang Islam yang jelas, utuh dan menyeluruh.
Interaksi di dalam diri ini memberi pengaruh kepada penampilan, sikap, tingkah laku dan amalnya sehingga menghasilkan akhlaq yang baik. Akhlaq ini perlu dan harus dilatih melalui latihan membaca dan mengkaji Al Qur’an, sholat malam, shoum (puasa) sunnah, berhubungan kepada keluarga dan masyarakat. Semakin sering ia melakukan latihan, maka semakin banyak amalnya dan semakin mudah ia melakukan kebajikan. Selain itu latihan akan menghantarkan dirinya memiliki kebiasaan yang akhirnya menjadi gaya hidup sehari-hari.
III. Kesinambungan dalam Pendidikan Islam
Pendidikan Islam dalam bahasa Arab disebut tarbiyah Islamiyah merupakan hak dan kewajiban dalam setiap insan yang ingin menyelamatkan dirinya di dunia dan akhirat. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai akhir hayat.” Maka menuntut ilmu untuk mendidik diri memahami Islam tidak ada istilah berhenti, semaki banyak ilmu yang kita peroleh maka kita bertanggung jawab untuk meneruskan kepada orang lain untuk mendapatkan kenikmatan berilmu, disinilah letak kesinambungan.
Selain merupakan kewajiban, kegiatan dididik dan mendidik adalah suatu usaha agar dapat memiliki ma’dzirah (alasan) untuk berlepas diri bila kelak diminta pertanggungjawaban di sisi Allah SWT yakni telah dilakukan usaha optimal untuk memperbaiki diri dan mengajak orang lain pada kebenaran sesuai manhaj yang diajarkan Rasulullah SAW.
Untuk menghasilkan Pendidikan Islam yang berkesinambungan maka dibutuhkan beberapa sarana, baik yang mendidik maupun yang dididik, yaitu:
1. Istiqomah
Setiap kita harus istiqomah terus belajar dan menggali ilmu Allah, tak ada kata tua dalam belajar, QS. Hud (11) : 112, QS. Al Kahfi (18) : 28
2. Disiplin dalam tanggung jawab
Dalam belajar tentu kita membutuhkan waktu untuk kegiatan tersebut. sekiranya salah satu dari kita tidak hadir, maka akan mengganggu proses belajar. Apabila kita sering bolos sekolah, apakah kita akan mendapatkan ilmu yang maksimal. Kita akan tertinggal dengan teman-teman kita, demikian pula dengan guru, apabila ia sering membolos tentu anak didiknya tidak akan maju karena pelajaran tidak bertambah.
3. Menyuruh mem`inkan peran dalam pendidikan
Setiap kita dituntut untuk memerankan diri sebagai seorang guru pada saat-saat tertentu, memerankan fungsi mengayomi, saat yang lainnya berperan sebagai teman. Demikiannya semua peran digunakan untuk memaksimalkan kegiatan pendidikan.
Sumber: http://sdislamintegralluqmanalhakimkendal.wordpress.com/2011/05/25/pentingnya-pendidikan-islam/

PERANAN TIK DALAM BIDANG BISNIS

Pengertian Bisnis




Secara umum pengertian bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi atau memuaskan kebutuhan masyarakat. 


Pengertian TIK



Teknologi Informasi didefinisikan sebagai teknologi pengolahan dan penyebaran data menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), komputer, komunikasi, dan perangkat elektronik digital. Perkembangan teknologi informasi sangat pesat karena dipicu oleh kebutuhan informasi secara cepat, tepat, dan terkini. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas utama dalam berbagai sektor kehidupan dimana memberikan andil besar pada perubahan-perubahan yang mendasar pada manajemen organisasi, pendidikan, transportasi, kesehatan, dan pendidikan



Peranan TIK Dalam Bidang Bisnis



Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktivitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Secara tanpa disadari, sebagian aktivitas yang dilakukan oleh manusia telah didukung oleh Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) baik secara langsung maupun tidak langsung telah mengubah cara hidup, cara belajar, cara bekerja, dan cara bermain kita. Beberapa penerapan dari TIK antara lain dalam bidang bisnis, pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan.

Penerapan TIK dalam bidang bisnis misalnya, TIK telah banyak digunakan untuk mendukung proses bisnis yang terjadi pada perusahaan, baik di bidang ekonomi maupun perbankan. Dengan hadirnya aplikasi-aplikasi dan layanan e-bussines, e-commerse, e-banking, dan lain-lain. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan tiap pelaku bisnis merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan TIK menyebabkan perubahan pada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprise Resource Planning (ERP).
Sumber: bisnis-di-bidang-tik.

Membuat Kompos Dari Sampah Organik, Kurangi Problem Sampah Di Perkotaan

Tidak banyak yang menyadari bila setiap hari kita memproduksi sampah yang jumlahnya terus bertambah.  Dan  tidak banyak yang menyadari bahwa kian hari  kian sulit untuk membuang sampah.  Jumlah TPS (Tempat Pembuangan Sementara) yang tidak memadai dengan jumlah penduduk, membuat kecenderungan membuang sampah sembarangan tidak terhindarkan karena  tidak tersedia atau jauhnya lokasi TPS dari pemukiman penduduk.

Karena volume yang terus bertambah, lahan TPA (tempat pembuangan akhir sampah) tidak memadai lagi. Untuk memperluasnya tidaklah mudah. Reaksi warga di sekitar TPA  juga keras ketika mendengar ada rencana perluasan.
Mencari lahan TPA baru, terutama di kota-kota besar lebih  sulit lagi. Warga sekitar  dengan keras selalu menolaknya. Mereka tidak rela bila pemukiman berdekatan dengan  tumpukan sampah. Ya, siapa yang mau hidup  di lingkungan yang hampir tiap hari menghirup udara busuk.
Salah satu cara untuk mengatasi problem sampah yang menggunung adalah dengan  memanfaatkan sampah organik untuk diolah menjadi pupuk alami (kompos).   Jika sampah rumah tangga  dapat diolah menjadi kompos, dapat dihitung berapa volume sampah dapat dikurangi.
Membuat pupuk kompos sendiri dari sampah organik tidaklah sulit. Berikut ini adalah cara membuat kompos.
1. Kompos Jadi Siap Pakai
Kompos alami banyak terdapat di lahan-lahan yang sebelumnya menjadi tempat pembangan sampah organik. Untuk mendapatkannya :
  1. Gali tumpukan sampah (garbage atau sampah lapuk) yang sudah seperti tanah
  2. Pisahkan dari bahan-bahan yang tidak dapat lapuk
  3. Jemur sampai kering, lalu ayak
  4. Bubuhkan 50 – 100 gram belerang untuk setiap 1 kg tanah sampah.
Bahan:
  1. 2 1 /4 hingga 4 m3 sampah lapuk (garbage)
  2. 6,5 m3 kulit buah kopi
  3. 750 kg kotoran ternak memamah biak (± 50 kaleng ukuran 20 liter)
  4. 30 kg abu dapur atau abu kayu
Cara Membuat
  1. Buatlah bak pengomposan dari bak semen. Dasar bak cekung dan melekuk di bagian tengahnya. Buat lubang pada salah satu sisi bak agar cairan yang dihasilkan dapat tertampung dan dimanfaatkan.
  2. Atau buatlah bak pengomposan dengan menggali tanah ukuran 2,5 x 1 x 1 m (panjang x lebar x tinggi). Tapi hasilnya kurang sempurna dan kompos yang dihasilkan berair dan lunak.
  3. Aduk semua bahan menjadi satu kecuali abu. Masukkan ke dalam bak pengomposan setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan supaya mikroorganisme aerob dapat berkembang dengan baik. Kemudian taburi bagian atas tumpukan bahan tadi dengan abu.
  4. Untuk menandai apakah proses pengomposan berlangsung dengan balk, perhatikan suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baik akan meningkatkan suhu dengan pesat selama 4 – 5 hari, lalu segera menurun lagi.
  5. Tampunglah cairan yang keluar dari bak semen. Siram ke permukaan campuran bahan untuk meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepat proses pengomposan.
  6. 2 – 3 minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah 2 -3 bulan kompos sudah cukup matang.
  7. Jemur kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira 50 -60 % saja.
  8. Kalau di daerah kita tidak tersedia kulit buah kopi, cara ke II dapat diadaptasi dengan menggantikan kulit buah kopi dengan hijauan seperti Iamtoro ataulainnya.
kompos-3
2.  Kompos Sistem Bogor
Bahan :
  1. Sampah mudah lapuk (garbage)
  2. Jerami yang sudah bercampur dengan kotoran dan air kencing ternak.
  3. Kotoran ternak memamah biak
  4. Abu dapur atau abu kayu
Cara Membuat:
  1. Timbuni campuran jerami dan sampah setinggi 25 cm di atas bedengan berukuran 2,5 x 2,5 meter.
  2. Timbun lagi campuran kotoran dan air kencing ternak di atas timbunan tadi tipis-tipis dan merata.
  3. Timbun lagi campuran jerami dan sampah-sampah setinggi 25 cm.
  4. Tutup lagi dengan campuran kotoran dan kencing ternak.
  5. Timbun bagian paling atas dengan abu sampai setebal ± 10 cm.
  6. Balik-balik campuran bahan kompos setelah berlangsung 15 hari, 30 hari dan 60 hari.
  7. Setelah di proses selama 3 bulan kompos biasanya cukup matang.
  8. Agar pengomposan berhasil, buatlah atap naungan di atas bedengan pengomposan sebab air hujan dan penyinaran langsung matahari dapat menggagalkan proses pengomposan.
3. Kompos Sistem Terowongan Udara
Membuat kompos dengan sistem terowongan udara, yaitu dengan menumpukkan daun-daun, potongan rumput dan bahan lain di atas segitiga panjang yang terbuat dari bambu atau kayu.
Bahan :
  1. Daun, rumput
  2. Sampah organik
kompos_saringCara membuat:
  1. Buat terowongan segitiga.
  2. Terowongan udara terbuat dari bambu atau kayu berukuran kira kira : tinggi 20 cm, panjang 1.5 – 2 meter. Buatlah dua buah dan letakkan berdampingan.
  3. Tumpuklah daun dan  bahan yang lain diatas satu terowongan udara & biarkan yang satunya.
  4. Tambahkan bahan & siram dengan air secara teratur setiap hari agar tumpukan tetap lembab.
  5. Setelah bagian bawah mulai menghitam (seperti tanah), baliklah tumpukan keatas terowongan udara yang satunya. Tumpuk bahan yang baru di atas terowongan yang lama.
  6. Jaga kelembaban tumpukan dengan menyiramnya secara teratur & biarkan sampai menjadi kompos (kira-kira 6 minggu atau warnanya kehitaman semua).
  7. Setelah bahannya menjadi kompos, bisa digunakan untuk kebun. Ulangi lagi proses diatas, supaya anda selalu punya kompos.
  8. Kompos yang anda buat sendiri ini bisa digunakan untuk kesuburan tanah dan kesehatan tanaman anda.
4. Kompos Rumah Tangga
Sampah organik secara alami akan mengalami peruraian oleh berbagai jenis mikroba, binatang yang hidup di tanah, enzim dan jamur. Proses penguraian ini memerlukan kondisi tertentu, yaitu suhu, udara dan kelembaban.
Makin cocok kondisinya, makin cepat pembentukan kompos, dalam 4 – 6 minggu sudah jadi. Apabila sampah organic ditimbun saja, baru berbulan-bulan kemudian menjadi kompos. Dalam proses pengomposan akan timbul panas krn aktivitas mikroba. Ini pertanda mikroba mengunyah bahan organic dan merubahnya menjadi kompos. Suhu optimal untk pengomposan dan harus dipertahankan adalah 45-65C. Jika terlalu panas harus dibolak-balik, setidak-tidaknya setiap 7 hari.
Bahankompos-4
  1. Di dalam rumah ( ruang keluarga, kamar makan ) dan di depan dapur disediakan 2 tempat sampah yang berbeda warna untuk sampah organic dan sampah non-organic.
  2. Diperlukan bak plastic atau drum bekas untuk pembuatan kompos. Di bagian dasarnya diberi beberapa lubang untuk mengeluarkan kelebihan air. Untuk menjaga kelembaban bagian atas dapat ditutup dengan karung goni atau anyaman bambu.
  3. Dasar bak pengomposan dapat tanah atau paving block, sehingga kelebihan air dapat merembes ke bawah. Bak pengomposan tidak boleh kena air hujan, harus di bawah atap.
Cara Membuat
  1. Campur 1 bagian sampah hijau dan 1 bagian sampah coklat.
  2. Tambahkan 1 bagian kompos lama atau lapisan tanah atas (top soil) dan dicampur. Tanah atau kompos ini mengandung mikroba aktif yang akan bekerja mengolah sampah menjadi kompos. Jika ada kotoran ternak ( ayam atau sapi ) dapat pula dicampurkan .
  3. Pembuatan bisa sekaligus, atau selapis demi selapis misalnya setiap 2 hari ditambah sampah baru. Setiap 7 hari diaduk.
  4. Pengomposan selesai jika campuran menjadi kehitaman, dan tidak berbau sampah. Pada minggu ke-1 dan ke-2 mikroba mulai bekerja menguraikan membuat kompos, sehingga suhu menjadi sekitar 40C. Pada minggu ke-5 dan ke-6 suhu kembali normal, kompos sudah jadi.
  5. Jika perlu diayak untuk memisahkan bagian yang kasar. Kompos yang kasar bisa dicampurkan ke dalam bak pengomposan sebagai activator.
  6. Keberhasilan pengomposan terletak pada bagaimana kita dapat mengendalikan suhu, kelembaban dan oksigen, agar mikroba dapat memperoleh lingkungan yang optimal untuk berkembang biak, ialah makanan cukup (bahan organic), kelembaban (30-50%) dan udara segar (oksigen) untuk dapat bernapas.
  7. Sampah organic sebaiknya dicacah menjadi potongan kecil. Untuk mempercepat pengomposan, dapat ditambahkan bio-activator berupa larutan effective microorganism (EM) yang dapat dibeli di toko pertanian.
Selain itu, sampah yang bersih dapat dijual/diberikan pada pemulung. Misalnya karton, kardus, styrofoam, besek, botol, plastik-plastik kemasan makanan, kantong-kantong plastik, koran, majalah, kertas-kertas, dan sebagainya. Jenis-jenis yang bersih ini pisahkan dalam satu kantong, langsung saja diberikan pada pemulung tanpa dibuang ke bak sampah terlebih dahulu.
Sampah yang benar-benar kotor dan kita tidak bisa mendaur ulang, tidak layak diberikan pada pemulung. Inilah yang dibuang dalam bak sampah. Dengan demikian kita dapat membantu mengurangi volume sampah yang dibuang di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
Sumber: hibernasi

Mari Menanam Pohon




Mengapa kita harus tanam pohon

    * Proses fotosintesa tumbuhan hijau mengambil CO2 dan mengeluarkan C6H12O6 serta peranan O2 yang sangat dibutuhkan makhluk hidup.

    * tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke udara.

    * Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi ini mempersenyawakan sekira 150.000 juta ton CO2 dan 25.000 juta ton hidrogen dengan membebaskan 400.000 juta ton oksigen ke atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat-zat organik.

    * Setiap jam 1 ha daun-daun hijau menyerap 8 kg CO2 yang ekuivalen dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekira 200 orang dalam waktu yang sama.

    * Setiap pohon yang ditanam mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 pendingin udara (AC), yang dioperasikan 20 jam terus menerus setiap harinya. Setiap 93 m2 pepohonan mampu menyerap kebisingan suara sebesar 8 desibel, dan setiap 1 ha pepohonan mampu menetralkan CO2 yang dikeluarkan 20 kendaraan.
Manfaat penghijauan

    * Sebagai suplyer Oksigen yang merupakan bahan baku utama untuk pernafasan manusia

    * Sebagai pencegah banjir, longsor, lahan kritis

    * Sebagai penyejuk alam, angin,

    * Sebagai paru-paru dunia, dan masih banyak lagi manfaat-manfaat hutan bagi manusia dan lainnya.

Ilustrasi

Indonesia terdiri dari :

    * Daratan : 1.922.570 Kilometer persegi

    * Lautan : 3.257.483 Kilometer persegi

    * Daratan berair : 93.000 Kilometer persegi

    * Daratan non-air : 1.829.570 Kilometer persegi

    * Terdiri dari : sekitar 17.504 pulau

    * Gunung : 400 gunung

    * beriklim tropik basah, dua musi , yaitu musim hujan dan kemarau. Rata-rata curah hujan di Indonesia 1.600 milimeter per tahun.

    * Jumlah penduduk : sekitar 241 juta jiwa.

    * Propinsi : 33 Propinsi,

    * Kabupaten/Kota : 440 Kabupaten/Kota,

    * Kecamatan : 5.263 Kecamatan

    * Desa/Kel : sekitar 72.000

    * Dengan asumsi 1(satu) desa HANYA menanam 2.000 pohon x 72.000 Desa setiap tahun = 144.000.000 pohon, sudah bisa memproduksi oksigen untuk kebutuhan 288 juta jiwa.

    * Jika dimulai dari sekarang, setiap desa mampu menanam pohon 4.000 pohon x 72.000 desa x 15 tahun = 4.320.000.000 pohon (produksi oksigen untuk 8,64 milyar jiwa), maka Indonesia menjadi paru-paru dunia yang pada tahun 2025 penduduk dunia diperkirakan mencapai 8 milyar

    * Belum lagi manfaat-manfaat lainnya, karena :

    * 1 HA = sekitar 1.000 pohon.

    * Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi ini mempersenyawakan sekira 150.000 juta ton CO2 dan 25.000 juta ton hidrogen dengan membebaskan 400.000 juta ton oksigen ke atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat-zat organik.

    * Setiap jam 1 ha daun-daun hijau menyerap 8 kg CO2 yang ekuivalen dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekira 200 orang dalam waktu yang sama.

    * Setiap pohon yang ditanam mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 pendingin udara (AC), yang dioperasikan 20 jam terus menerus setiap harinya.

    * Setiap 93 m2 pepohonan mampu menyerap kebisingan suara sebesar 8 desibel, dan setiap 1 ha pepohonan mampu menetralkan CO2 yang dikeluarkan 20 kendaraan.
Manfaat penghijauan

    * Sebagai suplyer Oksigen yang merupakan bahan baku utama untuk pernafasan manusia

    * Sebagai pencegah banjir, longsor, lahan kritis

    * Sebagai penyejuk alam, angin,

    * Sebagai paru-paru dunia, dan masih banyak lagi manfaat-manfaat hutan bagi manusia dan lainnya.

Ilustrasi

Indonesia terdiri dari :

    * Daratan : 1.922.570 Kilometer persegi

    * Lautan : 3.257.483 Kilometer persegi

    * Daratan berair : 93.000 Kilometer persegi

    * Daratan non-air : 1.829.570 Kilometer persegi

    * Terdiri dari : sekitar 17.504 pulau

    * Gunung : 400 gunung

    * beriklim tropik basah, dua musi , yaitu musim hujan dan kemarau. Rata-rata curah hujan di Indonesia 1.600 milimeter per tahun.

    * Jumlah penduduk : sekitar 241 juta jiwa.

    * Propinsi : 33 Propinsi,

    * Kabupaten/Kota : 440 Kabupaten/Kota,

    * Kecamatan : 5.263 Kecamatan

    * Desa/Kel : sekitar 72.000

    * Dengan asumsi 1(satu) desa HANYA menanam 2.000 pohon x 72.000 Desa setiap tahun = 144.000.000 pohon, sudah bisa memproduksi oksigen untuk kebutuhan 288 juta jiwa.

    * Jika dimulai dari sekarang, setiap desa mampu menanam pohon 4.000 pohon x 72.000 desa x 15 tahun = 4.320.000.000 pohon (produksi oksigen untuk 8,64 milyar jiwa), maka Indonesia menjadi paru-paru dunia yang pada tahun 2025 penduduk dunia diperkirakan mencapai 8 milyar

    * Belum lagi manfaat-manfaat lainnya, karena :

    * 1 HA = sekitar 1.000 pohon.

    * Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi ini mempersenyawakan sekira 150.000 juta ton CO2 dan 25.000 juta ton hidrogen dengan membebaskan 400.000 juta ton oksigen ke atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat-zat organik.

    * Setiap jam 1 ha daun-daun hijau menyerap 8 kg CO2 yang ekuivalen dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekira 200 orang dalam waktu yang sama.

    * Setiap pohon yang ditanam mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 pendingin udara (AC), yang dioperasikan 20 jam terus menerus setiap harinya.

    * Setiap 93 m2 pepohonan mampu menyerap kebisingan suara sebesar 8 desibel, dan setiap 1 ha pepohonan mampu menetralkan CO2 yang dikeluarkan 20 kendaraan.
Manfaat penghijauan

    * Sebagai suplyer Oksigen yang merupakan bahan baku utama untuk pernafasan manusia

    * Sebagai pencegah banjir, longsor, lahan kritis

    * Sebagai penyejuk alam, angin,

    * Sebagai paru-paru dunia, dan masih banyak lagi manfaat-manfaat hutan bagi manusia dan lainnya.

Ilustrasi

Indonesia terdiri dari :

    * Daratan : 1.922.570 Kilometer persegi

    * Lautan : 3.257.483 Kilometer persegi

    * Daratan berair : 93.000 Kilometer persegi

    * Daratan non-air : 1.829.570 Kilometer persegi

    * Terdiri dari : sekitar 17.504 pulau

    * Gunung : 400 gunung

    * beriklim tropik basah, dua musi , yaitu musim hujan dan kemarau. Rata-rata curah hujan di Indonesia 1.600 milimeter per tahun.

    * Jumlah penduduk : sekitar 241 juta jiwa.

    * Propinsi : 33 Propinsi,

    * Kabupaten/Kota : 440 Kabupaten/Kota,

    * Kecamatan : 5.263 Kecamatan

    * Desa/Kel : sekitar 72.000

    * Dengan asumsi 1(satu) desa HANYA menanam 2.000 pohon x 72.000 Desa setiap tahun = 144.000.000 pohon, sudah bisa memproduksi oksigen untuk kebutuhan 288 juta jiwa.

    * Jika dimulai dari sekarang, setiap desa mampu menanam pohon 4.000 pohon x 72.000 desa x 15 tahun = 4.320.000.000 pohon (produksi oksigen untuk 8,64 milyar jiwa), maka Indonesia menjadi paru-paru dunia yang pada tahun 2025 penduduk dunia diperkirakan mencapai 8 milyar

    * Belum lagi manfaat-manfaat lainnya, karena :

    * 1 HA = sekitar 1.000 pohon.

    * Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi ini mempersenyawakan sekira 150.000 juta ton CO2 dan 25.000 juta ton hidrogen dengan membebaskan 400.000 juta ton oksigen ke atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat-zat organik.

    * Setiap jam 1 ha daun-daun hijau menyerap 8 kg CO2 yang ekuivalen dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekira 200 orang dalam waktu yang sama.

    * Setiap pohon yang ditanam mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 pendingin udara (AC), yang dioperasikan 20 jam terus menerus setiap harinya.

    * Setiap 93 m2 pepohonan mampu menyerap kebisingan suara sebesar 8 desibel, dan setiap 1 ha pepohonan mampu menetralkan CO2 yang dikeluarkan 20 kendaraan.
Manfaat penghijauan

    * Sebagai suplyer Oksigen yang merupakan bahan baku utama untuk pernafasan manusia

    * Sebagai pencegah banjir, longsor, lahan kritis

    * Sebagai penyejuk alam, angin,

    * Sebagai paru-paru dunia, dan masih banyak lagi manfaat-manfaat hutan bagi manusia dan lainnya.

Ilustrasi

Indonesia terdiri dari :

    * Daratan : 1.922.570 Kilometer persegi

    * Lautan : 3.257.483 Kilometer persegi

    * Daratan berair : 93.000 Kilometer persegi

    * Daratan non-air : 1.829.570 Kilometer persegi

    * Terdiri dari : sekitar 17.504 pulau

    * Gunung : 400 gunung

    * beriklim tropik basah, dua musi , yaitu musim hujan dan kemarau. Rata-rata curah hujan di Indonesia 1.600 milimeter per tahun.

    * Jumlah penduduk : sekitar 241 juta jiwa.

    * Propinsi : 33 Propinsi,

    * Kabupaten/Kota : 440 Kabupaten/Kota,

    * Kecamatan : 5.263 Kecamatan

    * Desa/Kel : sekitar 72.000

    * Dengan asumsi 1(satu) desa HANYA menanam 2.000 pohon x 72.000 Desa setiap tahun = 144.000.000 pohon, sudah bisa memproduksi oksigen untuk kebutuhan 288 juta jiwa.

    * Jika dimulai dari sekarang, setiap desa mampu menanam pohon 4.000 pohon x 72.000 desa x 15 tahun = 4.320.000.000 pohon (produksi oksigen untuk 8,64 milyar jiwa), maka Indonesia menjadi paru-paru dunia yang pada tahun 2025 penduduk dunia diperkirakan mencapai 8 milyar

    * Belum lagi manfaat-manfaat lainnya, karena :

    * 1 HA = sekitar 1.000 pohon.

    * Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi ini mempersenyawakan sekira 150.000 juta ton CO2 dan 25.000 juta ton hidrogen dengan membebaskan 400.000 juta ton oksigen ke atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat-zat organik.

    * Setiap jam 1 ha daun-daun hijau menyerap 8 kg CO2 yang ekuivalen dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekira 200 orang dalam waktu yang sama.

    * Setiap pohon yang ditanam mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 pendingin udara (AC), yang dioperasikan 20 jam terus menerus setiap harinya.

    * Setiap 93 m2 pepohonan mampu menyerap kebisingan suara sebesar 8 desibel, dan setiap 1 ha pepohonan mampu menetralkan CO2 yang dikeluarkan 20 kendaraan.
Manfaat penghijauan

    * Sebagai suplyer Oksigen yang merupakan bahan baku utama untuk pernafasan manusia

    * Sebagai pencegah banjir, longsor, lahan kritis

    * Sebagai penyejuk alam, angin,

    * Sebagai paru-paru dunia, dan masih banyak lagi manfaat-manfaat hutan bagi manusia dan lainnya.

Ilustrasi

Indonesia terdiri dari :

    * Daratan : 1.922.570 Kilometer persegi

    * Lautan : 3.257.483 Kilometer persegi

    * Daratan berair : 93.000 Kilometer persegi

    * Daratan non-air : 1.829.570 Kilometer persegi

    * Terdiri dari : sekitar 17.504 pulau

    * Gunung : 400 gunung

    * beriklim tropik basah, dua musi , yaitu musim hujan dan kemarau. Rata-rata curah hujan di Indonesia 1.600 milimeter per tahun.

    * Jumlah penduduk : sekitar 241 juta jiwa.

    * Propinsi : 33 Propinsi,

    * Kabupaten/Kota : 440 Kabupaten/Kota,

    * Kecamatan : 5.263 Kecamatan

    * Desa/Kel : sekitar 72.000

    * Dengan asumsi 1(satu) desa HANYA menanam 2.000 pohon x 72.000 Desa setiap tahun = 144.000.000 pohon, sudah bisa memproduksi oksigen untuk kebutuhan 288 juta jiwa.

    * Jika dimulai dari sekarang, setiap desa mampu menanam pohon 4.000 pohon x 72.000 desa x 15 tahun = 4.320.000.000 pohon (produksi oksigen untuk 8,64 milyar jiwa), maka Indonesia menjadi paru-paru dunia yang pada tahun 2025 penduduk dunia diperkirakan mencapai 8 milyar

    * Belum lagi manfaat-manfaat lainnya, karena :

    * 1 HA = sekitar 1.000 pohon.

    * Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi ini mempersenyawakan sekira 150.000 juta ton CO2 dan 25.000 juta ton hidrogen dengan membebaskan 400.000 juta ton oksigen ke atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat-zat organik.

    * Setiap jam 1 ha daun-daun hijau menyerap 8 kg CO2 yang ekuivalen dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekira 200 orang dalam waktu yang sama.

    * Setiap pohon yang ditanam mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 pendingin udara (AC), yang dioperasikan 20 jam terus menerus setiap harinya.

    * Setiap 93 m2 pepohonan mampu menyerap kebisingan suara sebesar 8 desibel, dan setiap 1 ha pepohonan mampu menetralkan CO2 yang dikeluarkan 20 kendaraan.
Manfaat penghijauan

    * Sebagai suplyer Oksigen yang merupakan bahan baku utama untuk pernafasan manusia

    * Sebagai pencegah banjir, longsor, lahan kritis

    * Sebagai penyejuk alam, angin,

    * Sebagai paru-paru dunia, dan masih banyak lagi manfaat-manfaat hutan bagi manusia dan lainnya.

Ilustrasi



Indonesia terdiri dari :

    * Daratan : 1.922.570 Kilometer persegi

    * Lautan : 3.257.483 Kilometer persegi

    * Daratan berair : 93.000 Kilometer persegi

    * Daratan non-air : 1.829.570 Kilometer persegi

    * Terdiri dari : sekitar 17.504 pulau

    * Gunung : 400 gunung

    * beriklim tropik basah, dua musi , yaitu musim hujan dan kemarau. Rata-rata curah hujan di Indonesia 1.600 milimeter per tahun.

    * Jumlah penduduk : sekitar 241 juta jiwa.

    * Propinsi : 33 Propinsi,

    * Kabupaten/Kota : 440 Kabupaten/Kota,

    * Kecamatan : 5.263 Kecamatan

    * Desa/Kel : sekitar 72.000

    * Dengan asumsi 1(satu) desa HANYA menanam 2.000 pohon x 72.000 Desa setiap tahun = 144.000.000 pohon, sudah bisa memproduksi oksigen untuk kebutuhan 288 juta jiwa.

    * Jika dimulai dari sekarang, setiap desa mampu menanam pohon 4.000 pohon x 72.000 desa x 15 tahun = 4.320.000.000 pohon (produksi oksigen untuk 8,64 milyar jiwa), maka Indonesia menjadi paru-paru dunia yang pada tahun 2025 penduduk dunia diperkirakan mencapai 8 milyar

    * Belum lagi manfaat-manfaat lainnya, karena :

    * 1 HA = sekitar 1.000 pohon.

    * Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi ini mempersenyawakan sekira 150.000 juta ton CO2 dan 25.000 juta ton hidrogen dengan membebaskan 400.000 juta ton oksigen ke atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat-zat organik.

    * Setiap jam 1 ha daun-daun hijau menyerap 8 kg CO2 yang ekuivalen dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekira 200 orang dalam waktu yang sama.

    * Setiap pohon yang ditanam mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 pendingin udara (AC), yang dioperasikan 20 jam terus menerus setiap harinya.

    * Setiap 93 m2 pepohonan mampu menyerap kebisingan suara sebesar 8 desibel, dan setiap 1 ha pepohonan mampu menetralkan CO2 yang dikeluarkan 20 kendaraan.

Sumber : Kelompok pelestari lingkungan hidup dan Sumber Daya Alam Lestari Yosomulyo
 Foto Dharma Wanita Pusat Kemensos RI penanaman pohon di PSBK "PL" Bekasi

Rantai Makanan

Rantai makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan.
Para ilmuwan ekologi mengenal tiga macam rantai pokok, yaitu rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit.
pengertian rantai makanan
- Rantai Pemangsa
Landasan utama dari Rantai Pemangsa adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivora yang memangsa herbivora sebagai konsumen ke-2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai konsumen ke-3.
- Rantai Parasit
Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri, dan benalu.
- Rantai Saprofit
Rantai saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai. Misalnya jamur dan bakteri. Rantai-rantai di atas tidak berdiri sendiri tapi saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga membentuk faring-faring makanan.
Rantai Makanan dan Tingkat Trofik
Salah satu cara suatu komunitas berinteraksi adalah dengan peristiwa makan dan dimakan, sehingga terjadi pemindahan energi, elemen kimia, dan komponen lain dari satu bentuk ke bentuk lain di sepanjang rantai makanan.
Organisme dalam kelompok ekologis yang terlibat dalam rantai makanan digolongkan dalam tingkat-tingkat trofik. Tingkat trofik tersusun dari seluruh organisme pada rantai makanan yang bernomor sama dalam tingkat memakan.
Sumber energi berasal dari matahari. Tumbuhan yang menghasilkan gula lewat proses fotosintesis hanya memakai energi matahari dan C02 dari udara. Oleh karena itu, tumbuhan tersebut digolongkan dalam tingkat trofik pertama. Hewan herbivora atau organisme yang memakan tumbuhan termasuk anggota tingkat trofik kedua. Karnivora yang secara langsung memakan herbivora termasuk tingkat trofik ketiga, sedangkan karnivora yang memakan karnivora di tingkat trofik tiga termasuk dalam anggota iingkat trofik keempat.
Piramida Ekologi
Struktur trofik pada ekosistem dapat disajikan dalam bentuk piramida ekologi. Ada 3 jenis piramida ekologi, yaitu piramida jumlah, piramida biomassa, dan piramida energi.
pengertian rantai makanan
- Piramida Jumlah
Organisme dengan tingkat trofik masing – masing dapat disajikan dalam piramida jumlah, seperti kita ketahui Organisme di tingkat trofik pertama biasanya paling melimpah, sedangkan organisme di tingkat trofik kedua, ketiga, dan selanjutnya makin berkurang. Dapat dikatakan bahwa pada kebanyakan komunitas normal, jumlah tumbuhan selalu lebih banyak daripada organisme herbivora. Demikian pula jumlah herbivora selalu lebih banyak daripada jumlah karnivora tingkat 1. Kamivora tingkat 1 juga selalu lebih banyak daripada karnivora tingkat 2. Piramida jumlah ini di dasarkan atas jumlah organisme di tiap tingkat trofik.
- Piramida Biomassa
Pada piramida piramida jumlah yang sederhana sering kali kurang membantu dalam memperagakan aliran energi dalam ekosistem. Penggambaran yang lebih realistik dapat disajikan dengan piramida biomassa. Pengertian dari Biomassa adalah ukuran berat materi hidup di waktu tertentu. Untuk mengukur biomassa di tiap tingkat trofik maka rata-rata berat organisme di tiap tingkat harus diukur kemudian barulah jumlah organisme di tiap tingkat diperkirakan.
Piramida biomassa berfungsi menggambarkan perpaduan massa seluruh organisme di habitat tertentu, dan diukur dalam gram.
Untuk menghindari kerusakan habitat maka biasanya hanya diambil sedikit sampel dan diukur, kemudian total seluruh biomassa dihitung. Dengan pengukuran seperti ini akan didapat informasi yang lebih akurat tentang apa yang terjadi pada ekosistem.
- Piramida energi
Seringkali piramida biomassa tidak selalu memberi informasi yang kita butuhkan tentang ekosistem tertentu. Lain dengan Piramida energi yang dibuat berdasarkan observasi yang dilakukan dalam waktu yang lama. Piramida energi mampu memberikan gambaran paling akurat tentang aliran energi dalam ekosistem.
Pada piramida energi terjadi penurunan sejumlah energi berturut-turut yang tersedia di tiap tingkat trofik. Berkurang-nya energi yang terjadi di setiap trofik terjadi karena hal-hal berikut.
1. Hanya sejumlah makanan tertentu yang ditangkap dan dimakan oleh tingkat trofik selanjutnya.
2. Beberapa makanan yang dimakan tidak bisa dicemakan dan dikeluarkan sebagai sampah.
3. Hanya sebagian makanan yang dicerna menjadi bagian dari tubuh organisms, sedangkan sisanya digunakan sebagai sumber energi.
Sumber: http://ridwanaz.com/umum/biologi/pengertian-rantai-makanan-jenis-dan-contoh-rantai-makanan/

Gadget Ramah Lingkungan

Seiring waktu berjalan, makin banyaknya dibangun gedung-gedung mewah nan megah, yang memicu timbulnya efek rumah kaca. Pembuangan limbah yang sembarangan yang merusak tanaman-tanaman hijau yang seharusnya kita jaga demi kelangsungan hidup manusia.
Tapi berkat teknologi, manusia kini telah menciptakan gadget-gadget hijau yang ramah lingkungan dan dapat menyelamatkan lingkungan.

Ini dia...

Electrolux Hydrosphere
Electrolux Hydrosphere memiliki desain hijau yang elegan. hidrosfer ini berguna untuk orang-orang yang ingin menanan tumbuhan hijau namun mengalami kesulitan mencari tempat untuk tanaman. Meskipun bukan syarat untuk hidup di kota atau apartemen untuk memiliki satu, perkebunan ini dapat memungkinkan Anda untuk menambahkan hijau lingkungan hidup mereka sementara juga melayani sebagai gadget home elegan "hijau"

Bel Air Domestic Spacecraft
Pembersih udara ini membuat tanaman anda 'lebih cerdas. "The Bel-Air Domestik Spacecraft menghirup polusi udara dan filter melalui tiga filter alami (tanaman daun, akar, dan mandi lembab) sebelum mengeluarkan udara segar kembali ke ruang hidup Anda. Proyek ini pertama kali diteliti oleh NASA untuk efisiensi tanaman untuk menyerap dan menghilangkan polutan dalam pesawat pesawat domestik lari listrik AC untuk lampu LED putih., sehingga Anda dapat memiliki udara bersih dimanapun Anda memutuskan untuk meletakkannya.

Pet Plant


Gadget ini akan menunjukkan emosi tanaman Anda jika air terlalu panas atau terlalu dingin. Sensor pot digital yang mengolah data pada tanah dan lingkungannya dan kemudian menampilkan informasi dalam pictograms digital. tanaman Anda mungkin senang, atau mungkin bahkan cemberut pada Anda jika membutuhkan air. Jika Anda terlalu sring menyiram tanaman ini, gadget ini mungkin rusak
hydronic Planter

Tidak perlu tangan kotor dengan tanah jika Anda menggunakan penanam yang Ponic-Home hidroponik. Teknologi ini memungkinkan Tanaman Anda untuk tumbuh dalam larutan air yang kaya zat hara. Anda mungkin perlu melakukan riset Anda untuk lebih memahami keseimbangan yang benar dari nutrisi yang dibutuhkan dalam air, tetapi rumah anda tidak akan kotor dari tanah berantakan. Hal ini mungkin akan sangat berguna terutama bagi pecinta tanaman dengan anjing atau kucing yang menggali di tanah pot tanaman dalam ruangan Anda.
Comunication Plant
Pekoppa Comuniccation Plant dibuat oleh Sega Toys, menarik bagi Anda dan anak-anak Anda. The Pekoppa jawaban pidato Anda dengan reaksi fisik. Menggunakan chip internal yang mendeteksi pola bicara, daun tanaman batang dan bahkan dipindahkan. Anda dapat berbicara dengan tanaman Anda dan tanaman Anda dapat berbicara kembali kepada Anda dengan membungkuk dalam untuk Anda sebagai jika dalam perjanjian. Mungkin bukan sanjungan, tetapi tanaman-Ya! Bukan orang orang? Tidak ada masalah dengan Pekoppa.
Flowerbox Art
Flowerbox ini tidak begitu ramah lingkungan. Mereka dibuat dari kotak kardus dan datang dalam berbagai warna. Mereka datang dengan lubang di belakang, sehingga Anda dapat meletakkan bunga Anda di dinding dengan mudah. bunga Anda atau tanaman cocok ke dalam cangkir dari logam putih yang dirancang khusus untuk kotak-kotak ini. Anda dapat menambahkan warna awal, tanaman berbunga atau daun hijau untuk menghiasi dinding Anda dan memulai percakapan ketika tamu Anda melihat flowerbox ramah lingkungan Anda.
Living Kitchen
Dapur Studio hidup Gorm akan membantu Anda mempertahankan tanaman Anda dengan sampah dapur. kehidupan Dapur adalah contoh alam dan pertemuan teknologi dalam harmoni. Hal ini menyediakan ruang untuk menyiapkan makanan dan kotak perkebunan untuk menanam tanaman. Bagian atas meja tempat anda menyimpan mangkuk limbah sisa makanan Anda. Setelah wadah sudah penuh, Anda dapat menuangkan sampah ke dalam komposter bin worm terletak di bawah counter atas. komposter penuh dengan cacing yang akan mengkonversi limbah menjadi pupuk kaya nutrisi yang kemudian dapat dimasukkan kembali ke pabrik.
Tini Hydroponic Reactor 
Berkat teknologi NASA, tanah tersebut tidak diperlukan untuk tumbuh tanaman atau herbal dalam musim satu atau semua. Tumbuh sistem hidroponik memungkinkan Anda untuk memiliki minimal berantakan di meja Anda atau dimanapun Anda merasa seperti Anda ingin menambahkan sedikit hijau. Orang-orang telah tumbuh tanaman, bunga, dan beberapa sayuran dalam gadget ini datang dalam campuran media tumbuh tanah bebas dan lentur gizi khusus, "reaktor hypdroponic kecil." Jadi semua yang Anda butuhkan untuk menambahkan adalah bibit.

SeedBomb Plant Capsule
Apakah Anda prihatin tentang deforestasi di lingkungan kita? Selama Anda tidak keberatan menggunakan polong plastik biodegradable, Anda dapat dengan mudah membantu untuk menanam kembali suatu daerah dan untuk membangun kembali ekosistem. Plastik polong bertindak seperti rumah kaca mini untuk melindungi benih dan bibit sebelum mengekspos mereka untuk cuaca dingin atau kasar. Gadget ini berisi beberapa tanah dan nutrisi untuk mendorong benih untuk berkecambah dan tumbuh pesat.

Growing Book
Jika Anda menikmati membaca dan tumbuh tanaman, maka buku ini mungkin bagi cocok Anda. Gagasan di balik usaha yang unik ini adalah untuk membuat proses membaca buku ini lebih interaktif. Buku ini dilengkapi dengan tempat khusus untuk tumbuh tanaman di dalamnya. Anda bisa menjadi "hijau" atau menghibur pembaca anak-anak Anda dengan meningkatkan kesadaran lingkungan mereka ketika mereka menyaksikan proses kehidupan yang terjadi di depan mata mereka.

 Sumber: Copyright © 2011 7 Magnificent | Powered by 7Magz Team

Jumat, 23 November 2012

Fotosintesis Tumbuhan Hijau

A. Pengertian fotosintesis
Fotosintesis
Fotosintesis adalah proses penyusunan zat organik (glukosa) dan zat anorganik (karbon dioksida dan air) yang dilakukan oleh klorofil dengan bantuan energi cahaya.

B. Proses Fotosintesis
Proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau dan gangang disebut juga proses fotosintesis. Proses ini terjadi pada tumbuhan berhijau daun karena pada daun tumbuhan tersebut terdapat zat hijau daun (klorofil). Disamping air (H2O) dan karbon dioksida (CO2), fotosintesis juga membutuhkan cahaya, terutama cahaya matahari. Hasil fotosintesis berupa glukosa dan oksigen.
           
C. Tempat Fotosintesis pada Daun
Penampang Daun
  Fotosintesis berlangsung pada jaringan palisade dan jaringan spon karena dibagian ini mengandung klorofil. Gas CO2 masuk kedalam daun melalui mulut daun atau stomata, sedangkan air diangkut dari dalam tanah melalui akar, di dalam akar terdapat jaringan xilem (pembuluh kayu) yang berfungsi mengangkut air dari akar sampai kedaun. Hasil fotosintesis disebarkan keseluruh tubuh tumbuhan melalui Floem (pembuluh tapis).        
Klorofil berfungsi untuk Fotosintesis
Pada proses fotosintesis, energi dihasilkan dari cahaya matahari yang diserap oleh klorofil. Energi tersebut digunakan untuk memecah molekul air menjadi oksigen dan hidrogen.






 D. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis
Reaksi Kimia Fotosintesis
Proses fotosintesis dipengaruhi oleh cahaya, zat hijau daun (klorofil), suhu, karbon dioksida (CO2), dan air (H2O).




 


 
 
 
 
Sumber :
Pelajaran IPA-Biologi Bilingual. Nunung Nurhayati. Cet. 1. Bandung: Yrama Widya 2008.

TUMBUHAN HIJAU SEBAGAI SUMBER MAKANAN BAGI MANUSIA DAN HEWAN

Sumber:Buku IPA pendidikan sekolah menengah pertama
Proses fotosintesis menghasilkan makanan bagi tumbuhan. Makanan ini sebagian digunakan oleh tumbuhan itu sendiri dan sisanya dibawa ke bagian tubuh lain. Manusia dan hewan secara langsung ataupun tidak langsung bergantung pada tumbuhan hijau untuk memperoleh makanan. Daun, batang, buah, biji, dan umbi merupakan bagian dari tumbuhan yang digunakan sebagai sumber makanan bagi manusia dan hewan.Beberapa bagian tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan makanan baik yang langsung dimakan ataupun dimasak terlebih dahulu di antaranya adalah akar, batang, daun, buah, bunga, dan biji.

1. Akar
Akar merupakan bagian pada tumbuhan yang tumbuh di dalam tanah. Air dan mineral yang dibutuhkan oleh tumbuhan diserap oleh akar dari dalam tanah. Tumbuhan yang akarnya dijadikan bahan makanan, contohnya adalah singkong, wortel, bengkoang, dan lobak.



2. Batang
Selain akar, pada bebrapa tumbuhan batang dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Contoh tumbuhan yang dimanfaatkan batangnya sebagai bahan makanan adalah tebu, sagu, dan enau. Pada beberapa tumbuhan bagian batangnya ada yang berubah fungsi menjadi umbi batang, contohnya kentang dan ubi jalar.

3. Daun
Ibumu mungkin pernah membuat sayur kangkung atau bayam. Bayam dan kangkung merupakan tumbuhan yang dimanfaatkan daunnya sebagai bahan makanan. Selain bayam dan kangkung, tumbuhan lain yang juga dimanfaatkan daunnya sebagai bahan makanan adalah melinjo dan selada.



4. Buah
Jeruk, apel, mangga, pepaya, dan pisang merupakan jenis tumbuhan yang buahnya dapat langsung dimakan oleh kita tanpa harus diolah terlebih dahulu.Namun demikian, beberapa jenis tumbuhan lain yang dimanfaatkan buahnya sebagai bahan makanan tidak dapat dimakan langsung, seperti terong dan labusiem.

5. Bunga
Tumbuhan yang bunganya dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan antara lain adalah kol atau kubis dan bawang. Di dalam bunga banyak terkandung mineral dan vitamin.

6. Biji
Nasi yang berasal dari beras merupakan makanan pokok yang sehari-hari kita makan. Selain itu, di Indonesia makanan pokok lainnya adalah jagung dan gandum. Beras, jagung, dan gandum merupakan biji-bijianyang merupakan sumber karbohidrat. Tumbuhan lain yang bijinya dimanfaatkan sebagai bahan makanan adalah kacang kedelai, kacang tanah, dan kacang panjang.

SSSSSSSSsss

CARA TUMBUHAN HIJAU MEMBUAT MAKANAN

Tumbuhan mempunyai klorofil. Dengan adanya klorofil inilah tumbuhan dapat membuat makanannya sendiri. Proses membuat makanan ini disebut proses fotosintesis.
Foto artinya cahaya, sintesis artinya pembentukan. Jadi, fotosintesis adalah proses pembentukan makanan pada tumbuhan yang memiliki klorofil dengan bantuan cahaya matahari



1. Proses Tumbuhan Hijau Membuat Makanan Sendiri
Dalam proses fotosintesis, tumbuhan memerlukan cahaya matahari, air, dan karbodioksida. Tumbuhan menyerap air dari dalam tanah melalui akar. Dari akar, air disalurkan/dibawa ke daun melalui pembuluh batang kayu. Pada daun, mulut daun menyerap karbodioksida dari udara. Maka, terjadilah proses pembentukan makanan pada tumbuhan hijau yang terjadi di dalam daun dengan bantuan cahaya matahari. Hasil dari fotosintesis adalah karbohidrat dan oksigen.
2. Tempat Tumbuhan Menyimpan Cadangan Makanan
Salah satu hasil dari fotosintesis adalah karbohidrat. Karbohidrat ini digunakan oleh tumbuhan untuk keperluan tumbuh. Tetapi tidak semua karbohidrat dihabiskan untuk keperluan tubuhnya, sebagian karbohidrat disimpan sebagai cadangan makanan.
Pada umumnya, tumbuhan menyimpan cadangan makanannya pada buah, batang umbi dan daun.


Glukosa yang merupakan zat makanan hasil fotosintesis, selain digunakan untuk tumbuh dan berkembang biak juga disimpan sebagai timbunan makanan. Sebagian besar bagian tumbuhan yang kita makan merupakan timbunan makanan dari tumbuhan tersebut.
Setiap tumbuhan memiliki tempat menyimpan timbunan makanan yang berbeda-beda. Ada tumbuhan yang menyimpan timbunan makanan pada akar, batang, ataupun buah. Berdasarkan tempat menyimpan timbunan makanannya, tumbuhan dikelompokkan menjadi empat, yaitu:

a. Tumbuhan yang menyimpan timbunan makanan di dalam umbi
Umbi adalah akar atau batang yang mengembung dan berisi timbunan makanan. Tumbuhan yang menyimpan cadangan makanannya dalam bentuk umbi ada dua jenis, yaitu umbi akar dan umbi batang. Yang menyimpan cadangan makanan pada umbi akar dapat dilihat dengan membesarnya bagian akar. Contohnya singkong. Tumbuhan yang timbunan makanannya disimpan di dalam umbi di antaranya adalah kentang, singkong, dan ubi jalar.


Sedangkan yang menyimpan cadangan makanan di batang dapat dilihat dengan membesarnya batang yang tertanam di dalam tanah. Contohnya wortel.

b. Tumbuhan yang menyimpan timbunan makanannya di dalam buah
Buah-buahan yang kita makan sehari-hari, seperti mangga, pepaya, apel, dan jeruk merupakan timbunan makanan. Timbunan makanan tersebut disimpan oleh tumbuhan di dalam buah.


Tumbuhan yang menyimpan cadangan makanannya dalam bentuk buah, biasanya dapat dilihat dengan adanya buah yang semakin lama semakin membesar. Buah ini biasanya, bentuk dan warna buahnya yang masih muda/mentah dengan buah yang telah tua/matang sangat berbeda.

c. Tumbuhan yang menyimpan timbunan makanan di dalam biji
Kacang hijau, kacang tanah, dan kacang kedelai merupakan kelompok tumbuhan yang meyimpan timbunan makanannya di dalam biji.


d. Tumbuhan yang menyimpan timbunan makanan di dalam batang
Tumbuhan yang menyimpan cadangan makanannya dalam bentuk batang, dapat dilihat pada bagian dalam batangnya berbentuk serat dan banyak mengandung air. Kamu mungkin pernah memakan batang tebu yang rasanya manis dan segar. Tumbuhan tebu dan sagu merupakan kelompok tumbuhan yang menyimpan timbunan makanannya di dalam batang.

Sumber:Buku IPA pendidikan sekolah menengah pertama

Ketergantungan Manusia dan Hewan terhadap Tumbuhan Hijau

Telah dijelaskan dalam materi sebelumnya bahwa fotosintesis menghasilkan oksigen. Selain digunakan oleh tumbuhan, sebagian oksigen dilepaskan ke udara di lingkungan sekitarnya. Oksigen dihirup oleh manusia dan hewan pada saat bernapas. Tanpa tumbuhan hijau, oksigen lama-kelamaan akan habis jika digunakan terus oleh manusia dan hewan. Namun, tumbuhan selalu menyediakan oksigen di alam. Jadi, manusia dan hewan membutuhkan tumbuhan hijau agar oksigen tetap tersedia di alam. Tumbuhan hijau juga merupakan sumber energi bagi manusia. Sebagian besar bahan makanan kita berasal dari tumbuhan. Bagian tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan makanan sebagai berikut.
  • Akar, contohnya wortel, lobak, dan singkong (ketela pohon).
  • Batang, contohnya tebu dan sagu.
  • Daun, contohnya bayam dan daun kol.
  • Bunga, contohnya kembang kol dan brokoli.
  • Buah, contohnya jeruk dan pisang.
  • Biji, contohnya kacang tanah dan kacang kedelai.
  • Tunas, contohnya rebung (tunas bambu) dan asparagus.
Selain manusia, hewan juga memperoleh sumber energi dari tumbuhan hijau. Hewan herbivora (hewan pemakan tumbuhan) bergantung secara langsung kepada tumbuhan. Apabila tidak ada tumbuhan, jenis-jenis hewan tersebut akan mati kelaparan. Akibatnya, jumlah jenis-jenis hewan herbivora akan semakin berkurang. Peristiwa ini akan menyebabkan hewan-hewan karnivora (hewan pemakan daging) menjadi kekurangan bahan makanan. Jadi, hewan-hewan karnivora secara tidak langsung juga bergantung kepada tumbuhan.
Demikian juga untuk makhluk hidup golongan omnivora (pemakan tumbuhan dan hewan lain). Mereka dapat bergantung secara langsung maupun tidak langsung terhadap tumbuhan hijau. Bentuk ketergantungan herbivora, karnivora, dan omnivora terhadap tumbuhan hijau dapat dituliskan sebagai berikut.
Selain sebagai sumber energi, manusia memanfaatkan tumbuhan untuk berbagai keperluan berikut.
  • Bahan penyedap rasa, contohnya merica, pala, dan cengkeh.
  • Bahan obat-obatan, contohnya kencur, temulawak, dan kunyit.
  • Bahan sandang, contohnya serat tanaman kapas.
  • Bahan peralatan rumah tangga, contohnya kayu dan bambu.
Jadi, manusia tidak hanya membutuhkan tumbuhan sebagai sumber makanan saja. Manusia sangat tergantung pada tumbuhan untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, manusia wajib menjaga kelestarian tumbuhan. Dengan demikian, kehidupan semua makhluk hidup juga tetap terjaga.

Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit Didirikan tahun 1294 oleh Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jayawardana yang merupakan keturunan Ken Arok raja Singosari.
Raja-Raja yang pernah memerintah Kerajaan Majapahit:
  1. Raden Wijaya 1273 – 1309
  2. Jayanegara 1309-1328
  3. Tribhuwanatunggaldewi 1328-1350
  4. Hayam Wuruk 1350-1389
  5. Wikramawardana 1389-1429
  6. Kertabhumi 1429-1478
Kerajaan Majapahit ini mencapai puncak kejayaannya di masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350-1389). Kebesaran kerajaan ditunjang oleh pertanian sudah teratur, perdagangan lancar dan maju, memiliki armada angkutan laut yang kuat serta dipimpin oleh Hayam Wuruk dengan patih Gajah Mada.
Di bawah patih Gajah Mada Majapahit banyak menaklukkan daerah lain. Dengan semangat persatuan yang dimilikinya, dan membuatkan Sumpah Palapa yang berbunyi “Ia tidak akan makan buah palapa sebelum berhasil menyatukan seluruh wilayah Nusantara”.
Mpu Prapanca dalam bukunya Negara Kertagama menceritakan tentang zaman gemilang kerajaan di masa Hayam Wuruk dan juga silsilah raja sebelumnya tahun 1364 Gajah Mada meninggal disusun oleh Hayam Wuruk di tahun 1389 dan kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran.
Penyebab kemunduran:
Majapahit kehilangan tokoh besar seperti Hayam Wuruk dan Gajah Mada meletusnya Perang Paragreg tahun 1401-1406 merupakan perang saudara memperebutkan kekuasaan daerah bawahan mulai melepaskan diri.
Peninggalan kerajaan Majapahit:
Bangunan: Candi Panataran, Sawentar, Tiga Wangi, Muara Takus
Kitab: Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca, Sitosoma oleh Mpu Tantular yang memuat slogan Bhinneka Tunggal Ika.
Paraton Kidung Sundayana dan Sorandaka R Wijaya Mendapat Wangsit Mendirikan Kerajaan Majapahit.
Dua pohon beringin di pintu masuk Pendopo Agung di Trowulan, Mojokerto. Dua pohon beringin itu ditanam pada 22 Desemebr 1973 oleh Pangdam Widjojo Soejono dan Gubernur Moehammad Noer.
Di belakang bangunan Pendopo Agung yang memampang foto para Pangdam Brawijaya, terdapat bangunan mungil yang dikelilingi kuburan umum. Bangunan bernama Petilasan Panggung itu diyakini Petilasan Raden Wijaya dan tempat Patih Gajah Mada mengumandangkan Sumpah Palapa.
Begitu memasuki bangunan Petilasan Panggung, yang memiliki pendopo mini sebagai latarnya, tampak beberapa bebatuan yang dibentuk layaknya kuburan, dinding di sekitar ” kuburan ” itu diselimuti kelambu putih transparan yang mampu menambah kesakralan tempat itu.
Menurut Sajadu ( 53 ) penjaga Petilasan Panggung, disinilah dulu Raden Wijaya bertapa sampai akhirnya mendapat wangsit mendirikan kerajaan Majapahit. Selain itu, ditempat ini pula Patih Gajah Mada mengumandangkan Sumpah Palapa. ” Tempat ini dikeramatkan karena dianggap sebagai Asnya Kerajaan Majapahit ” katanya.
Pada waktu tertentu khususnya bertepatan dengan malam jumat legi, banyak orang datang untuk berdoa dan mengharapkan berkah. ” orang berdatangan untuk berdoa, agar tujuannya tercapai ” kata Sajadu yang menyatakan pekerjaan menjaga Petilasan Panggung sudah dilakukan turun-temurun sejak leluhurnya.
Sembari menghisap rokok kreteknya, pria yang mewarisi sebagai penjaga petilasan dari ayahnya sejak 1985 juga menceritakan, dulunya tempat itu hanya berupa tumpukkan bebatuan. Sampai sekarang, batu tersebut masih ada di dalam, katanya.
Kemudian pada 1964, dilakukan pemugaran pertama kali oleh Ibu Sudarijah atau yang dikenal dengan Ibu Dar Moeriar dari Surabaya. Baru pada tahun 1995 dilakukan pemugaran kembali oleh Pangdam Brawijaya yang saat itu dijabat oleh Utomo.
Memasuki kawasan Petilasan Panggung, terpampang gambar Gajah Mada tepat disamping pintu masuk. Sedangkan dibagian depan pintu bergantung sebuah papan kecil dengan tulisan ” Lima Pedoman ” yang merupakan pedoman suri teladan bagi warga.
Selengkapnya ” Ponco Waliko ” itu bertuliskan ” Kudutrisno Marang Sepadane Urip, Ora Pareng Ngilik Sing Dudu Semestine, Ora Pareng Sepatah Nyepatani dan Ora Pareng Eidra Hing Ubaya ”
Dikisahkan Sajadu pula, Petilasan Panggung ini sempat dinyatakan tertutup bagi umum pada tahun 1985 hingga 1995. Baru setelah itu dibuka lagi untuk umum, sejak dinyatakan dibuka lagi, pintu depan tidak lagi tertutup dan siangpun boleh masuk.
MASA KEJAYAAN MAJAPAHIT
Kerajaan Majapahit mencapai masa keemasan ketika dipimpin oleh Hayam Wuruk dengan patihnya Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa. Majapahit menaklukkan hampir seluruh Nusantara dan melebarkan sayapnya hingga ke seluruh Asia Tenggara. Pada masa ini daerah Malang tidak lagi menjadi pusat kekuasaan karena diduga telah pindah ke daerah Nganjuk. Menurut para ahli di Malang ditempatkan seorang penguasa yang disebut Raja pula.
Dalam Negara Kertagama dikisahkan Hayam Wuruk sebagai Raja Majapahit melakukan ziarah ke makam leluhurnya (yang berada disekitar daerah Malang), salah satunya di dekat makam Ken Arok. Ini menunjukkan bahwa walaupun bukan pusat pemerintahan namun Malang adalah kawasan yang disucikan karena merupakan tanah makam para leluhur yang dipuja sebagai Dewa. Beberapa prasasti dan arca peninggalan Majapahit dikawasan puncak Gunung Semeru dan juga di Gunung Arjuna menunjukkan bahwa kawasan Gunung tersebut adalah tempat bersemayam para Dewa dan hanya keturunan Raja yang boleh menginjakkan kaki di wilayah tersebut. Bisa disimpulkan bahwa berbagai peninggalan tersebut merupakan rangkaian yang saling berhubungan walaupun terpisah oleh masa yang berbeda sepanjang 7 abad.
Keruntuhan Majapahit
Tersebutlah kisah, Adipati Terung meminta Sultan Bintara alias Raden Patah yang masih “kapernah” kakaknya, untuk menghadap Prabu Brawijaya. Tapi Sultan Demak itu tidak mau karena ayahnya dianggap masih kafir.Brawijaya adalah raja Majapahit, kerajaan Hindu yang pernah jaya ditanah Jawa. Bahkan kemudian Raden Patah lalu mengumpulkan para bupati pesisir seperti Tuban, Madura dan Surabaya serta para Sunan untuk bersama-sama menyerbu Majapahit yang kafir itu.
Prajurit Islam dikerahkan mengepung ibu kota kerajaan, karena segan berperang dengan puteranya sendiri, Prabu Brawijaya meloloskan diri dari istana bersama pengikut yang masih setia. Sehingga ketika Raden Patah dan rombongannya (termasuk para Sunan) tiba, istana itu kosong. Atas nasihat Sunan Ampel, untuk menawarkan segala pengaruh raja kafir, diangkatlah Sunan Gresik jadi raja Majapahit selama 40 hari. Sesudah itu baru diserahkan kepada Sultan Bintara untuk diboyong ke Demak.
Cerita ini masih dibumbui lagi, yaitu setelah Majapahit jatuh, Adipati Terung ditugasi mengusung paseban raja Majapahit ke Demak untuk kemudian dijadikan serambi masjid. Adipati Bintara itu kemudian bergelar “Senapati Jinbun Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidina Panatagama”.
Cerita mengenai serbuan tentara Majapahit itu dapat ditemui dalam “BABAD TANAH JAWI”. Tapi cerita senada juga terdapat dalam “Serat Kanda”. Disebutkan, Adipati Bintara bersama pengikutnya memberontak pada Prabu Brawijaya. Bala tentara Majapahit dipimpin oleh Mahapatih Gajah Mada, Adipati Terung dan Andayaningrat (Bupati Pengging). Karena takut kepada Syekh Lemah Abang, gurunya, Kebo Kenanga (Putra Bupati Pengging) membelot ikut musuh. Sementara itu Kebo Kanigara saudaranya tetap setia kepada Sang Prabu Brawijaya.
Tentara Demak dibawah pimpinan Raden Imam diperlengkapi dengan senjata sakti “Keris Makripat” pemberian Sunan Giri yang bisa mengeluarkan hama kumbang dan “Badhong” anugerah Sunan Cirebon yang bisa mendatangkan angin ribut. Tentara Majapahit berhasil dipukul mundur sampai keibukota, cuma rumah adipati Terung yang selamat karena ia memeluk Islam.
Karena terdesak, Prabu Brawijaya mengungsi ke (Tanjung) sengguruh beserta keluarganya diiringi Patih gajah Mada. Itu terjadi tahun 1399 Saka atau 1477 Masehi. Setelah dinobatkan menjadi Sultan Demak bergelar “Panembahan Jinbun”, adipati Bintara mengutus Lembu Peteng dan jaran panoleh ke sengguruh meminta sang Prabu masuk agama Islam. tapi beliau tetap menolak. Akhirnya Sengguruh diserbu dan Prabu Brawijaya lari kepulau Bali.
Cerita versi BABAD TANAH JAWI dan SERAT KANDA itulah yang selama ini populer dikalangan masyarakat Jawa, bahkan pernah juga diajarkan disebagian sekolah dasar dimasa lalu. Secara garis besar, cerita itu boleh dibilang menunjukkan kemenangan Islam. Padahal sebenarnya sebaliknya, bisa memberi kesan yang merugikan, sebab seakan-akan Islam berkembang di Jawa dengan kekerasan dan darah. Padahal kenyataannya tidak begitu.
Selain fakta lain banyak menungkap bahwa masuknya Islam dan berkembang ditanah Jawa dengan jalan damai. Juga fakta keruntuhan Majapahit juga menunjukkan bukan disebabkan serbuan tentara Islam demak.
Prof. Dr. Slamet Muljana dalam bukunya “Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit” secara panjang lebar membantah isi cerita itu berdasarkan bukti-bukti sejarah. Dikatakan Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda yang ditulis abad XVII dijaman Mataram itu tanpa konsultasi sumber sejarah yang dapat dipercaya. Sumber sejarah itu antara lain beberapa prasasti dan karya sejarah tentang Majapahit, seperti “Negara Kertagama dan Pararaton”. Karena itu tidak mengherankan jika uraiannya tentang Majapahit banyak yang cacat.
“Prasasti Petak” dan “Trailokyapuri” menerangkan, raja Majapahit terakhir adalah Dyah Suraprahawa, runtuh akibat serangan tentara keling pimpinan Girindrawardhana pada tahun 1478 masehi, sesuai Pararaton. Sejak itu Majapahit telah berhenti sebagai ibu kota kerajaan. Dengan demikian tak mungkin Majapahit runtuh karena serbuan Demak. Sumber sejarah Portugis tulisan Tome Pires juga menyebutkan bahwa Kerajaan Demak sudah berdiri dijaman pemerintahan Girindrawardhana di Keling.
Saat itu Tuban, Gresik, Surabaya dan Madura serta beberapa kota lain dipesisir utara Jawa berada dalam wilayah kerajaan Kediri, sehingga tidak mungkin seperti diceritakan dalam Babad Jawa, Raden Patah mengumpulkan para bupati itu untuk menggempur Majapahit.
Penggubah Babad Tanah Jawi tampaknya mencampur adukkan antara pembentukan kerajaan Demak pada tahun 1478 dengan runtuhnya Kediri oleh serbuan Demak dijaman pemerintahan Sultan Trenggano 1527. Penyerbuan Sultan Trenggano ini dilakukan karena Kediri mengadakan hubungan dengan Portugis di Malaka seperti yang dilaporkan Tome Pires. Demak yang memang memusuhi Portugis hingga menggempurnya ke Malaka tidak rela Kediri menjalin hubungan dengan bangsa penjajah itu.
Setelah Kediri jatuh (Bukan Majapahit !) diserang Demak, bukan lari kepulau Bali seperti disebutkan dalam uraian Serat Kanda, melainkan ke Panarukan, Situbondo setelah dari Sengguruh, Malang. Bisa saja sebagian lari ke Bali sehingga sampai sekarang penduduk Bali berkebudayaaan Hindu, tetapi itu bukan pelarian raja terakhir Majapahit seperti disebutkan Babad itu. Lebih jelasnya lagi raden Patah bukanlah putra Raja Majapahit terakhir seperti disebutkan dalam Buku Babad dan Serat Kanda itu, demikian Dr. Slamet Muljana.
Sejarawan Mr. Moh. Yamin dalam bukunya “Gajah Mada” juga menyebutkan bahwa runtuhnya Brawijaya V raja Majapahit terakhir, akibat serangan Ranawijaya dari kerajaan Keling, jadi bukan serangan dari Demak. Uraian tentang keterlibatan Mahapatih Gajah Mada memimpin pasukan Majapahit ketika diserang Demak 1478 itu sudah bertentangan dengan sejarah.
Soalnya Gajah Mada sudah meninggal tahun 1364 Masehi atau 1286 Saka.
Penuturan buku “Dari Panggung Sejarah” terjemahan IP Simanjuntak yang bersumber dari tulisan H.J. Van Den Berg ternyata juga runtuhnya Majapahit bukan akibat serangan Demak atau tentara Islam. Ma Huan, penulis Tionghoa Muslim, dalam bukunya “Ying Yai Sheng Lan” menyebutkan, ketika mendatangi Majapahit tahun 1413 Masehi sudah menyebutkan masyarakat Islam yang bermukim di Majapahit berasal dari Gujarat dan Malaka. Disebutkannya, tahun 1400 Masehi saudagar Islam dari Gujarat dan Parsi sudah bermukim di pantai utara Jawa.
Salah satunya adalah Maulana Malik Ibrahim yang dimakamkan di Pasarean Gapura Wetan Kab. Gresik dengan angka tahun 12 Rabi’ul Awwal 882 H atau 8 April 1419 Masehi, berarti pada jaman pemerintahan Wikramawardhana (1389-1429) yaitu Raja Majapahit IV setelah Hayam Wuruk. Batu nisan yang berpahat kaligrafi Arab itu menurut Tjokrosujono (Mantan kepala Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Mojokerto), nisan itu asli bukan buatan baru.
Salah satu bukti bahwa sejak jaman Majapahit sudah ada pemukiman Muslim diibu kota, adalah situs Kuna Makam Troloyo, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, JATIM. Makam-makam Islam disitus Troloyo Desa Sentonorejo itu beragam angka tahunnya, mulai dari tahun 1369 (abad XIV Masehi) hingga tahun 1611 (abad XVII Masehi).
Nisan-nisan makam petilasan di Troloyo ini penuh tulisan Arab hingga mirip prasati. Lafalnya diambil dari bacaan Doa, kalimah Thayibah dan petikan ayat-ayat AlQuran dengan bentuk huruf sedikit kaku. Tampaknya pembuatnya seorang mualaf dalam Islam. Isinya pun bukan bersifat data kelahiran dan kematian tokoh yang dimakamkan, melainkan lebih banyak bersifat dakwah antara lain kutipan Surat Ar-Rahman ayat 26-27.
P.J. Veth adalah sarjana Belanda yang pertama kali meneliti dan menulis makam Troloyo dalam buku JAVA II tahun 1873.
L.C. Damais peneliti dari Prancis yang mengikutinya menyebutkan angka tahun pada nisan mulai abad XIV hingga XVI. Soeyono Wisnoewhardono, Staf Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala di Trowulan mengatakan, nisan-nisan itu membuktikan ketika kerajaan Majapahit masih berdiri, orang-orang Islam sudah bermukim secara damai disekitar ibu kota.
Tampak jelas disini agama Islam masuk kebumi Majapahit penuh kedamaian dan toleransi.
Satu situs kepurbakalaan lagi dikecamatan trowulan yakni diDesa dan kecamatan Trowulan adalah Makam Putri Cempa. Menurut Babad Tanah jawi, Putri Cempa (Jeumpa, bahasa Aceh) adalah istri Prabu Brawijaya yang beragama Islam. Dua nisan yang ditemukan dikompleks kekunaan ini berangka tahun 1370 Saka (1448 Masehi) dan 1313 Saka (1391 Masehi).
Dalam legenda rakyat disebutkan dengan memperistri Putri Cempa itu, sang Prabu sebenarnya sudah memeluk agama Islam. Ketika wafat ia dimakamkan secara Islam dimakam panjang (Kubur Dawa). Dusun Unggah-unggahan jarak 300 meter dari makam Putri Cempa bangsawan Islam itu.
Dari fakta dan situs sejarah itu, tampak bukti otentik tentang betapa tidak benarnya bahwa Islam dikembangkan dengan peperangan. Justru beberapa situs kesejarahan lain membuktikan Islam sangat toleran terhadap agama lain (termasuk Hindu) saat Islam sudah berkembang pesat ditanah Jawa.
Dikompleks Sunan Bonang di Tuban, Jawa Timur misalnya, berdiri tegak Candi Siwa Budha dengan angka tahun 1400 Saka (1478 masehi) yang kini letaknya berada dibelakang kantor Pemda tuban. Padahal, saat itu sudah berdiri pondok pesantren asuhan Sunan Bonang. Pondok pesantren dan candi yang berdekatan letaknya ini dilestarikan dalam sebuah maket kecil dari kayu tua yang kini tersimpan di Museum Kambang Putih, Tuban.
Di Kudus, Jawa Tengah, ketika Sunan Kudus Ja’far Sodiq menyebarkan ajaran Islam disana, ia melarang umat Islam menyembelih sapi untuk dimakan. Walau daging sapi halal menurut Islam tetapi dilarang menyembelihnya untuk menghormati kepercayaan umat Hindu yang memuliakan sapi.
Untuk menunjukkan rasa toleransinya kepada umat Hindu, Sunan Kudus menambatkan sapi dihalaman masjid yang tempatnya masih dilestarikan sampai sekarang. Bahkan menara Masjid Kudus dibangun dengan gaya arsitektur candi Hindu.
ketika kerajaan Majapahit berdiri sebagai bagian dari perjalanan bangsa Indonesia. Sejak didirikan Raden Wijaya yang bergelar Kertanegara Dharmawangsa, kerajaan ini senantiasa diliputi fenomena pemberontakan.
Pewaris tahta Raden Wijaya, yakni masa pemerintahan Kalagemet/Jayanegara (1309-1328), yang dalam sebuah prasasti dianggap sebagai titisan Wisnu dengan Lencana negara Minadwaya (dua ekor ikan) dalam memerintah banyak menghadapi pemberontakan-pemberontakan terhadap Majapahit dari mereka yang masih setia kepada Kertarajasa.
Pemberontakan pertama sebetulnya sudah dimulai sejak Kertarajasa masih hidup, yaitu oleh Rangga Lawe yang berkedudukan di Tuban, akibat tidak puas karena bukan dia yang menjadi patih Majapahit tetapi Nambi, anak Wiraraja. Tetapi usahanya (1309) dapat digagalkan.
Pemberontakan kedua di tahun 1311 oleh Sora, seorang rakryan di Majapahit, tapi gagal. Lalu yang ketiga dalam tahun 1316, oleh patihnya sendiri yaitu Nambi, dari daerah Lumajang dan benteng di Pajarakan. Ia pun sekeluarga ditumpas.
Pemberontakan selanjutnya oleh Kuti di tahun 1319, dimana Ibukota Majapahit sempat diduduki, sang raja melarikan diri dibawah lindungan penjaga-penjaga istana yang disebut Bhayangkari sebanyak 15 orang dibawah pimpinan Gajah Mada.
Namun dengan bantuan pasukan-pasukan Majapahit yang masih setia, Gajah Mada dengan Bhayangkarinya menggempur Kuti, dan akhirnya Jayanegara dapat melanjutkan pemerintahannya.
Berhenti pemberontakan Kuti, tahun 1331 muncul pemberontakan di Sadeng dan Keta (daerah Besuki). Maka patih Majapahit Pu Naga digantikan patih Daha yaitu Gajah Mada, sehingga pemberontakan dapat ditumpas. Keberhasilan Gajah Mada memadamkan pemberontakan Sadeng membawanya meraih karier diangkat sebagai mahapatih kerajaan.
Namun pada masa pemerintahan Hayam Wuruk pada tahun 1350-1389, berkali-kali sang patih Gajah Mada –yang juga panglima ahli perang di masa itu– harus menguras energi untuk memadamkan pemberontakan di beberapa daerah. Pemberontakan Ronggolawe sampai serangan kerajaan Dhaha, Kediri.
Bahkan salah satu penyebab kemunduran dan hancurnya kerajaan Majapahit adalah ketika meletusnya Perang Paragreg tahun 1401-1406 merupakan perang saudara memperebutkan kekuasaan, daerah bawahan mulai melepaskan diri dan berkembangnya Islam di daerah pesisir
Kerajaan Majapahit yang pernah mengalami masa keemasan dan kejayaan harus runtuh terpecah-pecah setelah kehilangan tokoh besar seperti Hayam Wuruk dan Gajah Mada.